Sedekah

Posted in Uncategorized on Sep 18, 2008

Hmm.. judul sedekah mungkin pas untuk elwara tulis, mengingat di bulan ramadhan ini di anjurkan banyak-banyak bersedekah, tapi elwara tidak akan membahas dalil-dalil sedekah, elwara hanya berbagi obrolan dari apa yang telah di lewati berkaitan dengan sedekah.



Kita tahu baru-baru ini sedekah maut yang terjadi di Pasuruan, elwara turut prihatin dan berdo’a untuk korban. Ironisnya kejadian ini menjadi penanganan khusus pihak kepolisian, dan juga mendapat teguran/fatwa MUI, juga kalangan masyarakat. Semoga ini jadi pelajaran yang beharga.

Ada sedikit gambaran tentang sedekah yang elwara alami, dan mudah-mudahan dapat di petik hikmahnya.

Dalam suatu acara berbuka puasa contohnya, di dalam acara itu ada kuliah tujuh menit (kultum) yang membahas keikhlasan sedekah. Tentu saja harus ikhlas, jika tidak ikhlas sia-sia sajalah harta yang disedekahkan.

Bersedekahpun jika memberikannya dengan tangan kanan, tangan kiri tidak boleh tahu. Artinya harta yang kita sedekahkan sebisa mungkin tidak di ketahui orang lain, karena akan menimbulkan kesombongan (riya’).

Lalu ada salah satu peserta dari acara tersebut yang berargumentasi setelah usai kuliah tujuh menit dan mengajak berdiskusi kepada peserta lainnya.

Peserta 1 : “Saya tidak tahu apakah saya ikhlas dalam sedekah saya selama ini. Karena setiap kali saya sedekah, pastilah di ketahui tetangga, bahkan orang lain yang baru saya temui”. “Karena, pada saat saya bersedekah itu dalam jumlah yang besar” Ucapnya.

Serius mendengar perkataan tadi, lalu peserta 2 ini menjadi berfikir sejenak..

Peserta 2 : “hmm.. Maaf, Pak. Saya juga merasakan begitu. Tetapi, bukankah sedekah itu memberikan manfaat kepada orang yang kita beri sedekah ? Karena, dengan sedekah itu kita telah membantu orang yang tidak mampu ?” jawabnya.

Peserta 1 : “Benar, tetapi bukankah pahala sedekah kita menjadi sia-sia jika tidak dengan tulus bahkan 100% ikhlasnya, apalagi sampai di ketahui orang, bahkan menjadi bahan cerita orang lain”.

Sama sama terdiam dan masih bertanya-tanya kepada hati kecil, bahkan saling menatap kosong. Lalu ada peserta 3, yang tidak sengaja mendengar dan sengaja memperhatikan dari jauh kemudian mendekat.

Peserta 3 : “Maaf, Bapak-bapak. Kalau boleh saya meluruskan, bukan saya sok ingin menggurui, tapi saya berpendapat bahwa urusan sedekah ini adalah urusan niat kita di awal. Kalau kita bersedekah menunggu ikhlas, lalu kapan kita bersedekah, mungkin saja kita takut bersedekah dan beralih sifat menjadi pelit, dan Bapak-bapak sendiri tau kalau itu tidak baik. Sedekah itu membuka jalan rejeki kita yang lain, Allahpun memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad saw bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. Ada banyak lagi keutamaan sedekah. Nah kalau begitu, tetaplah Bapak-bapak membiasakan sedekah menjadi bagian kehidupan Bapak-bapak.”

Mendengar tanggapan yang singkat ini, peserta 1 dan 2 barulah menyadari, dan berniat untuk menjaga kebiasaannya dan juga menjaga keikhlasannya.

Kalau Anda tidak ikhlas, mungkin berakibat seperti donatur, salah satu tokoh yang elwara ceritakan di bawah ini. Ceritanya dalam suatu acara, salah satu tokoh ini di ajak untuk menyisihkan sebagian hartanya kepada orang-orang tidak mampu dari berbagai kalangan. Tapi tidak demikian yang terjadi..

Di selesai acara, tokoh ini menurutkan, “kalau Kau datang meminta uang kepadaku, itu salah besar. Datanglah kepada Abu Bakar sahabat Nabi Muhammad Saw, si tokoh mencontohkan. Nah di sini ini banyak tokoh-tokoh lain yang seperti Abu Bakar.

Tetapi sebagian orangpun hanya tertawa dan menghiraukan, lalu lima menit kemudian tokoh ini pun di datangi beberapa orang yang akan meminta sedekahnya. Tentu saja, dengan perasaan kesal, si tokohpun tetap mengeluarkan dompet dan memberikan 5 lembar uang merah dari beberapa lembar uangnya. “Ini Kau ambil, dan sebagiannya kau berikan kepada teman-temanmu.” Entah apa yang telah terjadi menjadi pusat perhatian teman-teman duhafa yang lainnya. Lalu mereka pun bergerumun menghampiri.. dan terkesan merengek meminta di beri sedekah.

Tokohpun mau tidak mau terjebak dalam situasi, dia yang memulai dia pun yang kewalahan dan terlihat stress. elwarapun berfikir kenapa dari awal saja tidak udah kasih sedekah saja biar tidak ada permasalahan baru ini..

Benar saja, masalah itu menjadi pandangan yang tidak patut di contoh. Yang seharusnya sedekahnya menjadi amal baik, pahala di sisi-Nya yang kebetulan di bulan ramadhan ini, malah menjadi gerutuan si tokoh, karena di akhir acara itu si Tokoh pulang dengan dompet kosong melompong, untung ga gigit jari.. hehehe..

Tapi itulah fenomena sedekah. Untuk kebersihan sedekah dan pahala kita sendiri elwara menggaris bawahi harus perbaharui niat, jangan sampai ada godaan-godaan yang dapat mempengaruhi niat kita tadi. Salam elwara.



Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply


  • You Avatar
    ELEKTRONIK WARTA BERITA & BISNIS
  • Categories

  • Meta Wordpress