Perusahaan Keluarga
Pendapat masyarakat menengah ke bawah saat ini mengeluh akan kenaikan harga bahan bakar dan elpigi. Sebentar lagi harga susu formula, bisa-bisa kenaikan harga ini dapat meresahkan di kalangan ibu rumah tangga.
Lalu sebagai kepala rumah tangga yang mencari nafkah, harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan uang lebih. Banyak ragam usaha yang di tempuh kalangan masyarakat menengah kebawah ini, mulai dari usaha kecil-kecilan seperti warung, jus buah dan lain-lain, sampai usaha jasa seperti ojek pun rela di lakukan oleh salah seorang guru pegawai negeri sipil. Ironis juga yach, tapi yang penting kan halal jawab, Pak Narno sebut saja begitu.
Saya pun beragumentasi bahwa, sepatutnya kita orang menengah kecil sudah membiasakan diri untuk berusaha atau wirausaha. Karena, Rosululloh Saw, pun mengajarkan kepada kita untuk wirausaha. Kenapa kita tidak langsung mencontoh Rosululloh Saw ?
Ada yang unik saya lihat dari peluang usaha ini, karena kita berani memiliki impian yang besar.
Lalu dari keunikan ini, kenapa tidak menjalin kepada keluarga untuk membuat perusahan kecil milik keluarga. Contoh Bidang pendidikan milik keluarga, bidang Jasa yang menawarkan waralaba, bidang e-commerce , Bidang lainnya yang di kelola bersama oleh keluarga.
Keputusan yang independen inilah untuk kebersamaan keluarga. Budayanya terbentuk faktor keuletan, motivasi yang kuat, sangat terjamin dan pengetahuan atau skill keluarga dapat di atur sesuai dengan kebutuhan bidang yang akan di geluti.
Yang jelas, keuntungan dari perusahaan keluarga ini dapat di rasakan dalam jangka panjang oleh anak cucu nantinya.
