Mubazir, Keberkahan.
Memasuki hari ke sepuluh ampunan Alloh di puasa ramadhan, ada rangkaian kegiatan berbuka puasa bersama yang menjadi perhatian penulis. Yang pertama adalah acara buka puasa bersama para undangan Duta Besar Amerika bertempat di rumah dinas Duta Besar Amerika daerah Menteng Jl. Suropati no. 3.
Kedua adalah buka puasa bersama para undangan dari KAHMI. Dan Terakhir hari ini Kamis, 11 September 2008 di kediaman Ketua BPK RI acara intern dan 50 (lima puluh) anak yatim piatu.
Apa yang menjadi perhatian penulis itu ? Yaitu acara di atur sedemikian rupa sehingga para undangan dapat menikmati acara dengan penuh khidmat, ramah tamah, santai dan terkesan ekslusif. Tapi sebenarnya bukan itu saja, perhatian penulis adalah seperti yang di jadikan judul tulisan ini, konsumsi yang di hidangkan ada yang berupa makanan khas indonesia seperti gado-gado.
Lalu hidangan yang di sediakan dapat di petik hikmah atau pelajaran khususnya bagi penulis.
1. Acara di kediaman Duta Besar lebih tata krama atau lebih kongkritnya sopan santun. Karena jelas ini acara resmi di ruang lingkup Duta Besar. Tapi makanan cenderung mubazir.
2. Acara kedua ini memang penuh keakraban. Tidak ada perbedaan senior dan yunior. Pola pikirpun sudah lebih maju dan sedikit politisi. susunan acarapun di atur menjadi acara temu kangen antara senior dan yunior. Sayang, ada beberapa kejadian yang mungkin masih mengganjal di hati penulis di akhir acara, dan makanan yang terhidangpun tidak habis, terkesan mubazir juga.
3. Acara terakhir ini, sangat penulis kagumi. Walau acara intern, tapi yang jadi perhatian adalah ke-50 anak yatim piatu yang usianya mungkin tidak lebih 15 tahun. Sususan acara berjalan lancar dan khidmat. Dan alhamdulillah, keberkahan terlihat jelas di sana. Makanan hampir tidak tersisa sama sekali, bahkan saya pun tidak sempat untuk menambah kedua kali dan mencicipi hidangan Nasi liwet. Karena seringnya anak-anak dengan senangnya mencicipi satu persatu makanan yang ada, sehingga antrian pun jadi tidak rapih, membuat saya mengalah.
Jadi, Allohpun telah memberitakan dalam surah [Al-Maun 1-7] :
“Tahukah kamu orang yang mendustai agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin,maka celakalah orang yang shalat,yaitu orang yang lalai terhadap sholatnya,yang berbuat ria,dan enggan memberi bantuan.”
Semoga pelajaran ini jadi hikmah bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya. Amin

September 12th, 2008 at 8:25 am
Makasih ya kunjungannya ke blogku & salam kenal kembali.
Maaf ninggalin pesannya di sini, nggak lihat shout box soalnya.
September 12th, 2008 at 11:50 am
@Ani
Ya terima kasih juga kunjungannya. Semoga terjalin silaturahminya.
iya nanti mau di taruh di buku tamu. Masih belum ada waktu.. hehe
Salam.
September 13th, 2008 at 8:54 am
Terimakasih dah mampir di all about andrie</strong.
Oiaya keramean???
Salam kenal juga,,,,