Konyol..
Kejadian “konyol” bukan cerita dongeng belaka, tapi kisah nyata, apalagi di jaman sekarang ini, mungkin segala cara bisa saja di lakukan termasuk seorang tamu satu ini. Di saat waktunya sudah masuk untuk sholat jum’at, datanglah tamu wanita yang tidak sendirian.
Dia ditemani 2 orang wanita yang kemungkinan saudaranya, karena dilihat dari fisik dan gaya penampilannya ketiga wanita ini dengan sengaja datang ke kantor. Di kantor tentu saja harus melewati tahap melapor ke bagian penerima tamu.
Tentu saja petugas penerima tamu tidak mengijinkan masuk, alasannya waktu istirahat sholat jum’at, dan ruangan yang akan di tuju dalam keadaan sepi, mungkin saja kosong. Alasan inilah yang memberatkan petugas memberi ijin.
Spontan si tamu bernegoisasi dengan nada bicara yang tidak pas, seakan ini kantor nenek moyangnya kali.. hehe. Saya yang tepat berada di lokasi penerima tamu menyimak dengan seksama apa yang mereka bicarakan.
Tidak berhasil negoisasi, saya kira si tamu bener-bener menelpon orang yang di tuju untuk menemuinya di bawah, atas anjuran petugas penerima tamu.
Tapi apa yang terjadi, si tamu malah mengadu yang enggak-enggak, mengadu kalau dia di tahan, tidak boleh masuk. Padahal si petugas tidak menahan, hanya menjalankan tugasnya.
Akhirnya telpon genggam si tamu di berikan kepada petugas, menyuruh berbicara kepada yang katanya saudaranya.
Tidak banyak basa basi, si penelpon saudara si tamu berbicara layaknya seorang Perwira Polisi.
Penelpon : “Hei, kamu seenaknya menahan adik saya, dan tidak mengizinkan masuk. Saya ini Letnan Kolonel dari Mabes Polri, awas yach kamu nanti saya kasih pelajaran” begitu dalihnya dengan nada marah.
lalu si petugas dengan santai menjawab.
Petugas : “Maaf, Pak. Bapak Letnan Kolonel dari Mabes Polri ? saya tidak takut, kalau bapak berani datang ke kantor.”
Penelpon : “Kamu, Binatang.. Anjing..” dan kata-kata yang tidak pantas mulai keluar dari mulut yang ngaku-ngaku Letkol Mabes Polri.
Petugas : “Maaf, Pak. Kalau bapak Letkol kenapa bicara tidak sopan, kalau berani datang ke kantor saja, jelas petugas.”
tidak lama kemudian seorang pimpinan datang, dan bertanya ada apa.. sedikit penjelasan dari petugas, langsung di sambut telpon si tamu dan berbicara..
Pimpinan : “Halo, Ada keperluan apa, Bapak ? saya salah satu pimpinan di sini yang bertanggung jawab dan memeriksa TNI/Polri.” Dengan nada tegas..
Penelpon : “Oh tidak, tidak.. saya tidak ada urusan dengan, Anda.. Mana si petugas, mana si petugas… Anjing..” Sepertinya si penelpon banci.. hehe.
Pembicaraan via telpon berakhir, si Pemimpin pun menyuruh mengusir tamu..
Hayah… hayah… ada ada ajah, tamu wong ndeso.. di kiranya masuk kantor camat mau bikin Kartu Keluarga.. hehe.. pake ngadu lagi, ngelapor dan pake nama Polri lagi,wah gimana nih, Pak..
Lah saya ajah tadi pagi masuk Badan Intelejen Negara Republik Indonesia (BIN RI) melalui proses pemeriksaan ketat, tidak sembarangan, Lalu siangnya di Istana Presiden juga mengalami hal yang sama. Proses Masuk yang tidak semua orang bisa masuk.
(elwara)

September 12th, 2008 at 4:09 am
Ha ha ha ha… *Maaf ketawa dulu ah*
Ada pelajaran di balik kekonyolan cerita saudara… Sip markisip! Top Markotop!
Btw kerja dimana? Kok kayanya orang penting. hi hi hi…
Di link dong blog blog saya pak.
Terima kasih.
*Meriah!*
September 12th, 2008 at 7:35 am
@Gandhi
Thanks juga. link exchange sedang dalam pengembangan. Mohon di tunggu yach.