Kau dan Dirinya
tak seharusnya ku kenang
dia dan dirimu yang sampai hati
merobek lukisan ketulusan
sehingga membekas kesalah paham
maafkan diriku yang harus mengatakan jujur
ku cemburu dirinya jadikanmu selimutnya
kepedihan tak dapat kututupi hanya karena kebodohan
jiwaku luka dan masih tak terobati..
kuingin kau tau, aku tak bisa sanggup hapus bayang
yang sewaktu-waktu membuat inspirasiku dalam puisi
mungkin dia di dirimu yang membahagiakan
sehingga mengukir di hati dan tenggelam

September 11th, 2008 at 2:48 am
bayangan itu akan hilang dengan berjalannya waktu